Selasa, 29 Maret 2011

hair loss

Penyebab Rambut Rontok

Ada beberapa penyebab rambut rontok, misalnya kerontokan telogen , atau 
kerontokan yang terjadi pada fasa istirahat rambut. Sejatinya setiap helai 
rambut di kepala memiliki fase tumbuh (anagen) dua hingga enam tahun
lamanya. Selama waktu hidupnya itu, rambut juga mengalami fase istirahat 
(telogen), dan fase rontok. Rambut yang berada dalam fase istirahat nantinya 
pun akan rontok setelah dua atau tiga bulan, setelah itu, barulah tumbuh rambut 
baru.

Kerontokan telogen adalah kerontokan yang paling banyak dikeluhkan orang, 
biasanya ditandai dengan penipisan rambut secara keseluruhan, dan bukan 
kebotakan. Namun sejalan dengan waktu, bisanya rambut akan tumbuh kembali 
normal. Penyebab kerontokan telogen cukup beragam, baik internal maupun 
eksternal. Perubahan hormonal seperti saat kehamilan atau pemakaian obat-obatan 
tertentu dapat meningkatkan jumlah rambut masuk ke fase istirahat, dan kemudian 
rontok. Penyakit-penyakit tertentu seperti anemia, demam ataupun tipus juga 
menjadi pencetus kerontokan tipe ini. Faktor lain yang juga ikut andil adalah 
gaya hidup, misalnya faktor lingkungan dan pemakaian alat-alat styling rambut.

Tipe kerontokan lain yaitu rontok anagen . Berbeda dengan rontok telogen, 
rontok anagen justru terjadi saat rambut berada dalam fase tumbuh. Kerontokan 
ini terjadi tiba-tiba sebagai akibat kemoterapi atau perawatan dengan 
menggunakan radiasi. Selain itu paparan beberapa jenis bahan kimia seperti 
Thallium dan Arsenik juga dapat menyebabkan kerontokan yang tiba-tiba seperti 
ini. Rontok anagen biasanya terjadi 1-3 minggu setelah tubuh terpapar 
kemoterapi atau bahan kimia. Namun kondisi inipun bersifat sementara. Usai 
perawatannya dihentikan, rambut akan berangsur-angsur tumbuh normal.

Tipe lainnya yaitu kerontokan genetika , atau disebut juga dengan androgenetic 
alopecia , yang berkaitan erat dengan kadar hormone dalam tubuh dan faktor 
genetik. Androgenetic alopecia memang lebih banyak dialami pria dibandingkan 
wanita, karena kadar hormon testoteron pria lebih banyak daripada wanita. Namun 
pola kerontokannya biasanya berbeda. Pada wanita, kerontokan jenis ini umumnya 
terjadi di sisi atas dan samping kepala, dan tampak seperti pohon cemara. 
Sedangkan pada pria, biasanya berupa kebotakan di sisi depan kepala.

Karena genetika, kerontokan jenis ini sulit dihindari apabila secara genetis 
memang terdapat pola kebotakan, namun bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan 
pengobatan yang tepat melalui bantuan dokter, kerontokan bisa diatasi, atau 
setidaknya diminimalisir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar